Try new experience
with our app

INSTALL

Aldebaran, My Love - The Sequel 

Chapter 3

Hari-hari berikutnya berlalu dengan lambat bagi Andin. Setiap malam Aldebaran dan Andin berbaring di ranjang yang sama, tapi Al tidak pernah menyentuhnya lagi. Dia tetap bersikap baik dan perhatian, namun Andin dapat merasakan bahwa suaminya menjaga jarak dan menarik diri darinya. Andai saja Andin bisa memutar waktu, dia tidak akan mau terlibat dalam rencana jahat Dayana. 

Dia sangat merindukan suaminya yang dulu. 

Itulah yang ada di pikiran Andin saat sedang bersandar di kursinya di ruang dosen sambil menunggu jam mengajar tiba. Lelah dengan pikirannya yang kalut, Andin iseng membuka akun instagramnya untuk mengalihkan pikirannya. Andin kaget dan panik sejenak saat dia banyak mendapat tag dan direct message berisi link video dan artikel dari teman-temannya. Andin membuka situs pertama dan mendapati dirinya dan suaminya berada di blog gossip. 

Disana, dalam foto berwarna, terpampang foto Andin dan Aldebaran beserta video yang di ambil minggu lalu di parkiran kampus sebelum masalah Dayana terungkap. Video tersebut menangkap momen ketika Aldebaran mengantarkannya ke kampus dan Andin yang tidak mau melepas pelukannya saat Al akan masuk ke dalam mobil. 

Air mata Andin menetes ketika melihat suaminya menunduk dan mengecup rambutnya berulang kali sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. Al tampak begitu menyayanginya di video tersebut dan hatinya perih saat membaca artikel yang menggambarkan betapa manis hubungannya dengan suaminya sebelum mimpi buruk ini di mulai.

Viral Video 'Dosen Bucin', Bikin Warganet Baper

Baru-baru ini warganet dibuat heboh dengan sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @semakindidepan yang memperlihatkan Relationship Goals dari seorang dosen cantik dengan suaminya yang di rekam secara candid di area kampus. Video tersebut hingga kini sudah ditonton sebanyak 26 juta kali dan dibanjiri komentar warganet yang ikut baper melihat kemesraan mereka.

"Meleyot hamba... baper banget ya Allah," komentar salah satu akun.

Selain mengomentari kemesraan keduanya, banyak juga yang terpesona oleh sang suami tampan dalam video tersebut. 

"Mengpinksun! Mau yang kayak gini satu huhu," komentar yang lain.

Dari keterangan salah satu sumber, pria tersebut disinyalir sebagai Aldebaran Alfahri, seorang pengusaha sekaligus pewaris tunggal Alfahri Group yang termasuk ke dalam daftar seratus orang terkaya di Indonesia.

Dengan tangan gemetar Andin membuka situs-situs lain dan menemukan foto yang sama dengan judul dan artikel serupa. Dia tidak tahu apa yang harus dia rasakan. Di satu sisi Andin merasa tersanjung, tapi di sisi lain dia sedikit panik karena dia dan suaminya sama-sama tidak suka dikenal banyak orang. Mereka bahkan tidak punya akun TikTok maupun akun sosial media yang lain dan hanya punya akun Instagram private yang jarang digunakan. 

Andin mengirimkan link artikel tersebut yang memuat video mereka yang viral kepada Al dan meneleponnya beberapa menit setelahnya. Andin tidak mau suaminya merasa tidak nyaman oleh artikel tersebut karena Andin tahu Al adalah orang yang sangat menjunjung tinggi privasi. 

“Halo.” Aldebaran mengangkat teleponnya pada deringan pertama.

“Halo, Mas. Kamu udah baca artikelnya?” tanya Andin takut-takut.

“Sudah,” jawab Al singkat.

“Maaf ya, Mas. Sepertinya ada mahasiswa aku yang iseng,” kata Andin pelan.

“Ga usah dipikirin, Ndin.”

Andin mengerjapkan matanya, bingung mendengar jawaban Al yang acuh tak acuh. “Kamu ga terganggu?”

“Kenapa harus terganggu?” Aldebaran balik bertanya.

“Aku agak cemas sebenarnya," jawab Andin lirih. "Kalau wartawan cari tau tentang kamu dan tau kamu itu dulu pernah tunangan sama sepupu aku, lalu mewawancarai Mbak Dayana ..…” Andin mendadak panik, tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi nanti. 

“Saya bilang ga usah dipikirin,” kata Al tegas. “Paling berita ini cuma sebentar. Setelah itu semuanya juga bakal lupa.”

Hening sejenak sebelum Al melanjutkan dengan nada serius dan kaku,

“Saya pengen ketemu Dayana. Saya butuh bicara sama dia.”

Andin memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam, sudah menduga kalau suaminya akan mengkonfrontasi Dayana cepat atau lambat.

"Kapan?" tanyanya.

“Besok saya berangkat ke Denpasar.” 

“Besok?”

“Iya. Lebih cepat lebih baik.”

“Aku ikut ya, Mas?”

“Andin … kamu itu lagi hamil,” kata Al mengingatkan.

“Kemarin aku baru cek kandungan, Mas. Kata dokter Erin kandunganku sehat dan ga ada komplikasi.”

“Kamu tau saya sengaja batalin resepsi pernikahan kita di Bali karena kamu hamil, kan? Saya ga mau kamu kecapean dan bolak-balik naik pesawat karena saya tau itu beresiko bagi kehamilan kamu.”

“Tapi, Mas … aku perlu ikut, please .…”

Aldebaran tidak menjawab.

“Aku ga peduli lagi sama dendam Mbak Dayana, Mas,” kata Andin meyakinkan Al. “Aku ga mau kehilangan kamu. Mungkin nanti setelah kita bicara sama Mbak Dayana, dia bisa nerima hubungan kita karena kamu sebenarnya ga salah!” tambah Andin berapi-api.

“Kita bicara lagi nanti,” jawab Al singkat sebelum menutup telepon. Amarahnya selalu bangkit setiap mendengar nama Dayana. Nama itu kembali mengingatkannya akan kebohongan dan tipu daya Andin. Aldebaran sudah mulai belajar untuk memaafkan Andin, tetapi dia masih butuh waktu untuk melupakan semuanya. 

Forgiven, but not forgotten.

~~~

Keesokan harinya, Aldebaran dan Andin mendarat dengan selamat di Ngurah Rai International Airport tepat pada jam dua siang. Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan Andin, Aldebaran akhirnya mengizinkan Andin untuk ikut bersamanya. Di bandara, mereka sudah ditunggu oleh salah seorang pegawai Al yang bernama Pak Wisnu yang akan mengantarkan mereka ke rumah Al di Denpasar yang hanya berjarak sekitar setengah jam dari sana.

Terlalu sibuk memikirkan apa yang akan dihadapinya nanti ketika bertemu kembali dengan Dayana, Andin tidak menyadari bahwa mobil mereka sudah berhenti di depan rumah yang dulu Aldebaran tempati selama tinggal di Denpasar. Andin baru sadar ketika Pak Wisnu membukakan pintu mobil untuknya. 

Andin keluar dari mobil dan menatap kagum bangunan kayu yang ada dihadapannya. Rumah kayu besar bergaya Bali tersebut berlokasi di pinggir laut dan memiliki akses langsung ke pantai. Rumah tersebut memiliki dua lantai yang didominasi jendela kaca yang menghiasi sekeliling rumah dan dilengkapi dengan private pool dengan pemandangan langsung ke laut lepas.  

Saat memasuki rumah, Andin jatuh cinta dengan desain interiornya yang merupakan perpaduan antara desain tradisional dan modern yang membuat rumah itu menjadi indah dan unik. 

"Kamu suka?" tanya Al, ketika melihat Andin berdiri di depan jendela sambil mengagumi pemandangan laut dihadapannya.

"Suka banget, Mas! Aku ga nyangka kamu punya rumah mirip beach resort begini," jawab Andin antusias.

"Dulunya memang beach resort, tapi saya beli dan jadikan rumah pribadi," jelas Al.

Andin berbalik menghadap Aldebaran dan menyibakkan rambut di dahinya yang tertiup angin.

"Kamu mau ketemu langsung dengan Mbak Dayana sekarang, Mas?" tanya Andin, wajahnya berubah serius.

"Iya, setelah mandi kita langsung kesana," jawab Aldebaran. 

Andin mengangguk dan kembali memandang ke lautan, wajahnya tampak merenung.

"Mas Al ... aku boleh nanya sesuatu?" tanya Andin.

"Tanya apa?"

"Kamu pernah berandai-andai ga kalau seandainya adik kamu masih hidup, kamu mau ngapain, Mas? Apa kamu masih stay disini dan nikah sama Mbak Dayana?"

Aldebaran tidak menjawab.

"Gimana, Mas?" tanya Andin menatap Al.

"Kalau menurut kamu gimana?" Al balik bertanya.

"Kalau menurutku, iya. Kamu sekarang pasti udah nikah sama Mbak Dayana kalau seandainya Roy masih hidup dan Mama Rossa ga kenapa-napa."

"Ya udah. Udah tau kan jawabannya."

"Beneran, Mas?" tanya Andin, seperti ingin menangis. Dia tampak sedih mendengar Aldebaran tidak membantah perkataannya.

"Udahlah, Ndin. Ga usah bahas itu. Sekarang coba saya tanya ke kamu, kalau seandainya saya udah nikah sama Dayana dan kita ketemu, menurut kamu apa yang akan terjadi?"

"Ga tau dan ga mau ngebayangin!" 

Andin menggelengkan kepalanya berulang kali dan memeluk Aldebaran dengan erat, tidak sanggup membayangkan saat dimana dia tidak bisa memiliki Al di hidupnya. Dan itu lah yang dikhawatirkannya akan terjadi apabila suaminya tidak kunjung bisa memaafkannya.

 

To be continued …

Friday, January 27, 2023