Try new experience
with our app

INSTALL

ANAH GURU DESA 

Chapter 2

​ANAK BUAH LIK YALI 1 ​Tapi bos guru baru itu disuruh bu Mun ​ANAK BUAH LIKYALI 2 ​(Sambil menjentik-jentikkan kelima jarinya) Alaaah...! ​Buat apa...susah buat apa susah .. susah itu tak ada gunanya yang penting duit...duit..! Ya gak bos 

CUT TO 14. INT. RUMAH BU MUN – PAGI Bu Mun muntah darah lalu pingsan bertepatan BU KARMI datang. BU KARMI langsung menghambur duduk dekat BU MUN pingsan mulutnya berdarah. 

CUT TO 15. EXT. PELATARAN SEKOLAH SD – PAGI CLOSE SHOT DI langit pagi yang cerah, bendera merah putih berkibar di ujung tiang. Terdengar bagian akhir nyanyian lagu Indonesia Raya. ​

O.S. ANAH DAN MURID-MURID ​Hiduplah tanahku/ Hiduplah negeriku/ ​Bangsaku, rakyatku, semuanya.. Di Pelataran sekolah ANAH dan MURID-MURID sedang mengadakan upacara bendera. Mereka membentuk barisan sekadarnya, sementara ANAH, sebagai inspektur upacara, berdiri sendirian berseberangan dengan mereka. ANAH DAN MURID-MURID Bangunlah jiwanya/Bangunlah badannya/Untuk Indonesia Raya... Tampak sebuah truk bak terbuka menyisir pelan di jalan yang menuju ke sekolah SD. Truk itu kemudian berhenti persis di seberang pelataran sekolah. YALI dan tiga WARGA DUSUN bergegas turun dari atas bak truk menuju pelataran sekolah. Mereka langsung berseru-seru ke arah murid-murid yang sedang melakukan upacara. ​

YALI ​Hei, anak-anak...cepet, sini...ada kerjaan ini! 

​WARGA SATU ​Ayo, ikut, ikut.... 

MURID-MURID menoleh ke arah mereka, upacara jadi kacau. Barisan jadi berantakan. MURID-MURID bergerombol tak beraturan. ANAH kebingungan, tak tahu apa yang mesti dilakukan, hanya mondar-mandir di antara murid-muridnya. ​

ANAH ​Lho, lho... 

LINTANG ​Itu, Lik Yali.... 

ANAH Anak-anak...ayo, ayo, baris! 

SINTA ​Apa, Lik..! 

ANAH menghampiri dan mengajaknya agar kembali ke barisan. 

ANAH Baris, baris lagi...seperti tadi..! 

SINTA ​Tunggu, Lik...proyek apa Lik? 

YALI ​Sudah, jangan banyak tanya...sini, ayo, sini! ​

WARGA DUA ​Pokoknya dapet duit. Cepet, cepet..! ​ 

MURID-MURID bubar menghambur ke arah truk bak di seberang pelataran dengan suara riang. Yang tetap tinggal hanya tujuh anak: KIKIS, WIDA, LINTANG, LAMBANG, RUNTAH, ROKET dan RISMA. Mereka berkumpul di sekitar ANAH. ​

MURID-MURID YANG IKUT ​Aku ikut...ikut...ikut, Lik...Tunggu, tunggu, Lik... ​Horee....horee...! MURID-MURID dinaikkan satu per satu ke atas bak yang terbuka oleh YALI dan tiga WARGA DUSUN. Mereka bersorak-sorak gembira. DI pelataran sekolah, ANAH bersama tujuh muridnya berdiri mematung memandangi adegan itu. ​ANAH ​Mau dibawa ke mana mereka? 

​LINTANG ​(Sambil menunjuk) Kali watu Bu.. ada proyek lagi ​

ANAH ​Bayarannya berapa? ​

LINTANG Lik Yali bilangnya ngasih 50ribu sehari, tapi tiap hari kita nrimanya cuma lima ribu, sepuluh ribu... sisanya katanya ditabung 

ANAH menarik nafas panjang. Wajahnya masih terguncang. Kemudian dia memberi isyarat kepada MURID-MURID untuk segera masuk ke dalam kelas. Tapi anak-anak takut sama Lik Yali jadi langsung ikut lik Yali meninggalkan Bu Anah 

CUT TO 16. INT. MOBIL PICK UP – SIANG Jiman dan Surti serta Bu Karmi membawa Bu Mun keluar dari desa itu menuju ke kota didampingin bidan.. 

CUT TO 17. EXT. SEKOLAHAN – PAGI BU ANAH sendirian di sekolah tidak ada yang masuk sekolah. Bu Anah melamun sendirian sampai agak siang. Tapi tidak ada yang datang. 

DISSOLVE TO 18. EXT. LADANG / PINGGIR KALI – PAGI Anak-anak lagi kerja, LINTANG, ROKET, WIDA, SINTA, MAYANG, MENIK, KIKI dan TUTUR serta anak-anak lain pada kecapekan tapi terus dipaksa Yali kerja. 

DISSOLVE TO 19. EXT. TEMPAT ISTIRAHAT – SIANG Di sudut lain LINTANG, ROKET, WIDA, MENIK, KIKI lagi istirahat duduk bersama di saung..Anak-anak menanyakan masalah uang yang didapet dari Lik Yali tapi Lik Yali malah –marah-marah, anak-anak takut DISSOLVE TO 

20. INT. SEKOLAHAN – PAGI Masih tidak ada yang datang ke sekolah. Anah terbengong sendiri. 

DISSOLVE TO 21. INT. RUMAN MENIK – PAGI Menik tampak sakit dikompres, temen-temenya baru saja menjenguk dan siap berangkat kerja sama anak buah lik Yali. Bune Menik lagi mendekati Lik Yali dan Lik Yali menanggapi. Anak-anak naik truk dan berangkat kerja diikuti Lik Yali yang di melambaikan tangan sama Bune Menik 

DISSOLVE TO 22. INT. SEKOLAHAN – SIANG ANAH tertidur dibangku sekolah & masih tidak ada yang datang sekolah. 

DISSOLVE TO Saat syuting di desa jolotigo kabupaten Pekalongan, adegan basecamp lik Yali yang diperankan oleh Khoirul Mizan 

23. EXT. JALANAN DESA – SIANG ANAH berjalan melewati jalanan yang tampak jauh dan terasing. Dia Tanya-tanya sama warga yang lewat dimana rumah murid-muridnya. Ditunjukin jalannya jauh sekali tapi Anah tetap jalan kaki mencarinya 

CUT TO 24. EXT. SUDUT DESA – SIANG Anah memasuki perkampungan terpencil dan nanya-nanya dimana rumah murid-muridnya. Dia dikasih tahu rumah Kiki dan Wida. Lalu jalan lagi. 

CUT TO 25. EXT. RUMAH KIKI & WIDA – SORE Anah sampai ditempat wida dan kiki, dia hanya ketemu sama neneknya yang udah tua dan sendirian ngasih makan ayam dalam kurungan. Sementara tampak Wida dan Kiki tertidur lelap di bangku ​

ANAH ​Mbah kiki dan Wida tidur dari tadi? 

​EMBAH ​Opo? Ora krungu? Sing seru wong simbah kye wis budge ​

ANAH ​Kiki Wida suruh bangun, saya Gurunya!! ​

EMBAH ​Alah guru gedheng dikasihtahu aku budhek malah mbentak-bentak 

ANAH Mbah Kiki sama Wida apa udah tidur dari tadi? Saya gurunya apa saya boleh ngobrol sebentar ​

EMBAH ​O lha guru edan wong bocah kesel nyambut gawe ​Kok malah dikon tangi.. ben bae turu isik do kesel weng 

ANAH ​Ya sudah kalau saya mau pulang, sudah sore 

EMBAH ​Wedhang jahe? Gelem po ngunjuk wedhang jahe ? Beneran ada 

ANAH ​Enggak mbah terima kasih 

EMBAH ​Ora gelem Wedhang jahe beneran, gulone enthek 

ANAH ​Ya udah saya pamit dulu mau pulang EMBAH ​Rusuh cah wedhok pak nggowo lampit, ora nganggo kutang Anah manyun sendiri lalu pergi jalan lagi 

CUT TO 26. EXT. JALANAN DESA – SORE ANAH tampak kecapekan jalan lalu minum air kali. Dan jalan lagi. 

CUT TO 27. EXT. RUMAH LINTANG – SIANG Lintang pas didatangi Anah lagi melamun diduduk diayunan depan rumah karena di rumahnya terdengar kedua orang tua Lintang lagi berantem gara-gara cemburu sama sms genit-genitan. Lintang hanya menangis terdiam. ​

ANAH ​Kamu besok bisa sekolah ? ​

LINTANG ​Tidak tahu bu Guru, dirumah ibu ribut soal duit terus makanya Lintang pingin dapet duit banyak bu guru makanya Lintang kerja biar dapat duit biar gak berantem tiap hari, maaf ya bu guru lihat besok kalau udah dapat duit pasti Lintang sekolah ANAH tidak enak sendiri melihat muridnya tertekan. Anah memeluk Lintang ​ANAH ​Kalau kamu pingin cerita sama bu guru datang ke sekolah ​Bu Guru suka dengar kamu cerita.. LINTANG diam saja. Lalu Anah pergi lagi jalan kaki 

CUT TO 28. EXT. WARUNG JAJAN – SORE Anah duduk berdua sama Roket ditraktir makan pecel sama minum es. ​

ROKET ​Enak kan bu tempenya.. minum nya mau lagi? Anah minum lagi kehausan 

​ANAH ​Gak ah makasih ​

ROKET ​Ya gini bu kalo aku kerja bisa jajan sendiri Malah bisa nraktir bu guru ​Tapi kalo gak kerja ya gak punya uang gak dikasih uang jajan ​Katanya beli beras sekarang naik. Beli minyak naik jadi gak boleh jajan Anah terdiam menghabiskan pecelnya dan minum es lagi 

CUT to 29. INT. RUMAH MENIK – SORE BU ANAH di rumah Menik lagi sakit karena kecapekan kerja. ​

BUNE MENIK [LYDIA] ​Kemaren dia memang tidak masuk sekolah ​Karena kerja di tempatnya Lik Yali ​

ANAH ​Kerja? Anak kecil kok kerja apa tidak kasihan ​

BUNE MENIK [LYDIA] ​Kasihan gimana sih nak guru.. orang dia belajar cari duit ​Nanti sekolah juga ujung-ujungnya nyari duit juga ​Kalau sekarang sudah bisa nyari duit buat apa sekolah ​ANAH ​Kata simbah saya dulu kalau sekolahnya bisa pinter ​Bisa buat bekal nyari duit yang lebih buanyak banget ​

BUNE MENIK [LYDIA] ​Pantes simbahmu tidak bisa kasih modal buat kamu hidup ​Kamu tahu menik sekarang sudah punya mobil yang akan ​Lunas kalau Menik sudah gadis ​ANAH ​Wah saya juga mau.. gimana caranya? ​

BUNE MENIK [LYDIA] ​Ya kerja sama Lik Yali.. kami semua dapat duit buat ​Makan ya dari Lik Yali dan sisa gajinya dibayar kemudian ​Sesuai keinginan kita, mau dibayar mobil apa rumah ​ANAH ​Tapi kalau anak-anak nantinya tidak bisa baca sama tidak Bisa nulis bisa dibohongi Lik Yali 

BUNE MENIK [LYDIA] Kuno sih kamu, Lik Yali kalau ngajari anak-anak baca tulis Pake latop itu lho computer yang bisa karaoke sendiri Wis mending kamu kerja saja sama lik Yali ANAH O ya menik sudah dibawa ke Puskesmas? 

BUNE MENIK [LYDIA] Alah anak ini manja kalau capek biasa begini Kalau besok belum sembuh biar tidak sekolah dulu Saya bawa ke puskesmas ANAH Baik kalau begitu saya pamit semoga Menik cepat sembuh ANAH keluar dari rumah Menik berjalan lagi pulang 

DISSOLVE TO 30. INT. SEKOLAH – SENJA ANAH sampai di sekolah menemukan surat lalu membukanya ​

ISI SURAT/O.S. SURTI ​Mbah Anah, Bulik kambuh penyakitnya.. saya sama mas Jiman membawa Bulik Mun ke Rumah Sakit di kota ​tolong jaga anak-anak kata Bulik Mun..Mereka harus tetap bisa ​sekolah jangan sampai tidak.. ​selamat mengajar ya mbak Guru… salam 

SURTI CUT TO 31. EXT. PENAMBANGAN BATU – PAGI LINTANG, ROKET dan MENIK saling memberi kode kalau Bu Guru Anah datang ke tempat mereka kerja. Anah langsung menarik tangan Roket dan Menik tapi Lintang lari ketika mau ditarik. SINTA, MAYANG & ELLY yang sedang bekerja di sudut lagi mendengar itu langsung mengintip ke Anah yang sedang berhadapan dengan Lik Yali. ​

LINTANG ​Jangan Bu Guru Jangan sekarang ​ANAH ​Kalian harus sekolah ​

ROKET ​Iya tapi jangan sekarang besok saja sekolahnya ​ANAH ​Tidak bisa pokoknya sekarang kalian harus masuk sekolah ​MENIK ​Bu Guru saya takut ​

ANAH ​Takut sama siapa? ​

ROKET ​Iya nanti orang tuaku dipukul lagi 

​ANAH ​siapa yang mukul orang tua kamu Roket? ​MENIK ​Lik Yal.. 

​LIK YALI ​Woi lepasin!! Eh anak-anak disini tu biar kerja!! kalau di tempatmu boleh mereka sekolah.. Udah jangan ganggu mereka 

ANAH ​Tapi ini masih pagi mereka harus sekolah ​

LIK YALI Gak bisa mereka harus menyelesaikan pekerjaan kemarin yang belum selesai ​ANAH ​Maaf anak-anak ini harus belajar biar pinter ​

LIK YALI ​Tahu apa kamu soal pinter? Kamu tahu siapa yang bikin pinter di desa ini? Aku. Aku yang bikin anak-anak pinter bisa kerja cari duit dan bikin desa ini maju..anak-anak disini kerja bisa beli semua kebutuhannya …tidak seperti kamu bisanya cuma ngajari anak-anak nyanyi-nyanyi.. nyanyi apa itu Lintang? 

LINTANG (Ketakutan) Desa yang kucintai… 

LIK YALI Iya lagu desa yang kucing tai itu…kucing tai itu… 

ANAH Terserah ah tapi aku minta ijin anak-anak biar belajar sekarang 

LIK YALI Pekerjaan buat mereka masih tambah banyak tapi kamu berani melarangku.. kamu pikir kamu ini siapa? Berani melarangku.. Tidak anak-anak disini harus kerja… ANAH Kalau anak-anak kerja terus jadi cape.. akhirnya males mikir Lama-lama anak-anak jadi bodoh 

LIK YALI Apa kamu menganggap anak-anak banyak kerja itu jadi bodoh!!! Kurang ajar kamu yach, kamu berarti menghina desa ini yang banyak kerja berati bodoh!! ANAH Saya gak bermaksud seperti itu 

LIK YALI Itu namanya penghinaan!! (menampar) ANAH Saya tidak bermaksud menghina, saya menghina apa? 

LIK YALI Kamu tadi bilang orang disini bodoh-bodoh kalau banyak kerja (nendang & ngiinjekin anah) 

ANAH Saya gak bilang seperti itu..Sumpah sssayaa gak bilang kalau Warga sini bodoh-bodoh…!! 

LIK YALI Bikin sial saja kamu jadi guru disini!! (menendang) (membalik badan kea rah anak-anak) Kerja!! Jangan pada cengeng!! Hei kamu nini towok kerja!! 

INSERT Dsudut lain Mayang dan Sinta mengitip dari tempat kerjanya angkat-angkat batu. Keduanya kasihan sama Anah dan matanya berlinang..Sementara Anah terbangun pelan-pelan wajahnya berdarah. Perutnya kesakitan. Anak-anak meninggalkan bu Anah dengan sesekali menengok dan kasih padanya. 

CUT TO 32. INT. RUANG SEKOLAH – MALAM Bu Anah duduk terdiam dibangku sekolah. Beberapa anak LINTANG, ROKET, WIDA, KIKI, MENIK membersihkan luka di wajah Bu Anah yang terbengong dan hanya meneteskan air mata. Bu Anah dengan tambalan hendyplast memimpin nyanyi desaku yang kucinta… anak-anak semua nyanyi penuh semangat…bu Anah tampak bangga..

FLASHES TO Anak-anak belajar berhitung bersama Bu Anah, satu per satu menunjukkan kebolehannya. 

CUT TO 33. INT. RUMAH LIK YALI – PAGI Lik Yali baru bangun tidur lalu kencing di sungai berbatu. Lik Yali berpikir…saat itu melihat Surti lewat dan Yali mengejarnya. ​

LIK YALI ​Kamu mau kemana? Ke rumah Bulikmu? ​Mau aku antar? Kalau jalan kaki nanti kamu capek ​Yuk aku boncengi motor Surti diam saja karena Yali di depannya 

LIK YALI ​Bagaimana keadaan Bu Mun ​

SURTI ​Amit aku mau lewat. ​

LIK YALI ​Tunggu aku mau kasih dana buat Bu Mun ​Yuk bareng saya saja ke sananya ​

SURTI ​Tidak mau. Aku jalan saja Surti tetep jalan kaki tidak menghiraukan Lik Yali 

CUT TO 34. EXT. AREAL PERKEBUNAN – PAGI FULL VIEW Areal perkebunan. Suasana lengang lantaran memang bukan musim panen. Tapi, di ujung sana, di bawah pohon besar, tampak beberapa anak sedang bermain-main. ANAH dan MURID ( LINTANG, KIKI, MENIK, WIDA, MAYANG, ROKET,) tampak berjalan menyusuri areal perkebunan itu. ROKET menunjuk ke areal di ujung sana. SINTA, MAYANG dan beberapa murid lain tampak sedang duduk-duduk di bawah pohon besar di dekat ladang tebu. ANAH dan MURID bergegas menuju ke arah SINTA dan teman-temannya lewat jalan yang memutar. SINTA dan teman-temannya terkejut saat melihat ANAH dan tujuh MURID sudah berada di belakang mereka. Teman-temannya pada lari. Tapi SINTA dan MAYANG serta LINTANG hanya berdiri terpaku di tempatnya, memandang ANAH dengan perasaan takut. ​

LINTANG ​Hei, kok lari...jangan! ​

WIDA/KIKI ​Sini...sini..! Kenapa lari? Teman-teman 

DIAN masuk menerobos kebun tebu dan lenyap dari pandangan.