Try new experience
with our app

INSTALL

ANAH GURU DESA 

Chapter 1

Serial Keajaiban Cinta Tesis pictures A N A H GURU DESA Ide cerita & Skenario : Teguh Santosa 

TRADE MARK 01. EXT. DESA MUARA DEKAT RUMAH BU MUN – SUBUH ANAH turun dari bak truk, bergegas menuju ke rumah BU MUN. Tangan kanannya mencangking sebuah tas kopor, sementara tangan kirinya mendekap buntalan ke dada. ANAH berjalan dengan penuh semangat. 

CUT TO 02. INT. RUMAH BU MUN – SUBUH BU MUN (57 tahun) baru selesai shalat subuh, saat terdengar pintu depan diketuk-ketuk. BU MUN membuka mukena lalu bergegas menuju ruang tamu, membuka pintu rumahnya. ANAH telah berdiri di hadapannya. BU MUN menatapnya dengan benak penuh tanda tanya. ANAH tersenyum ramah sambil sedikit membungkukkan badannya. 

ANAH ​Saya Anah, Bu Mun...? 

BU SUM ​(Mengernyitkan dahi) Anah..? ​

ANAH ​Iya, Anah... Oh, maaf, Uswatun Chasanah! ​

BU MUN ​Oo, yang dari Pekalongan, ya? Waduh, pagi sekali datangnya... Silakan duduk, mari...mari..! 

ANAH masuk mencangking barang bawaannya berisi pakaian serta alat-alat keperluan lainnya, meletakkannya di samping kursi lalu duduk di kursi itu berhadapan dengan BU MUN. ​

BU MUN ​Maaf, Bu...Uswa...(mengingat-ingat) ​

ANAH ​Uswatun Chasanah. Panggil saja Anah, Bu. 

​BU MUN ​Baiklah, Ibu panggil kamu Bu Anah saja, ya. Kamu masih ​sangat muda. Kukira usiamu paling dua... ​

ANAH ​(Menyergah) Dua puluh satu, Bu. ​

BU MUN ​(Tersenyum) Ya, ya...tapi..Jadi kamu kesini ingin.. ​

ANAH ​(Menatap penuh tanda tanya) Iya Bu saya ingin jadi guru disini ​

BU MUN ​Tapi, apa kamu sudah pernah mengajar? Anah menggeleng kepala ​

BU MUN ​Jadi kamu belum pernah mengajar sama sekali? ​

ANAH ​Oh, ibu tidak usah khawatir. Ibu saya, Bapak saya semua guru Maksudku, Bapak-Ibuku...guru. Kakek-Nenekku...guru. Buyutku, guru, Canggahku guru...terus ke sononya lagi, mungkin katanya juga guru. Jadi saya pasti bisa mengajar Bu orang saya ini keturunan Guru ​

BU MUN ​Yah, bayarannya, gajinya bulanannya disini gak seberapa malah takut kalo-kalo Bu Anah kecewa nantinya. Karena saya Cuma bisa menggaji 40 ribu per bulan ​

ANAH ​Ah, ya, nggak apa-apa...yang penting bisa ​ngajar di sini. Seneng, temu murid-murid tiap hari Dari kecil aku pingin jadi guru. Nenek moyangku...guru. 

BU MUN (Memandang Anah) Nenek moyang? 

CUT TO 03. INT. RUMAH BU MUN – PAGI Anah dan Bu Mun sudah berada di ruangan kelas dan menlanjutkan perbincangan 

BU MUN (Tertawa) Ooo...aduh, Bu Anah ini ternyata pinter cerita. O ya boleh saya tahu kamu bisa ngajar apa saja? 

ANAH O ya saya bisa berhitung dan menyanyi Ibu silahkan tes saya saja 

BU MUN Baik sekarang coba 55 ditambah 65 berapa? Bu Anah menghitung pakai jarinya. Bu Mun garuk-garuk kepala ragu sama Anah. Tapi tetap sabar menunggu Anah menjawab 

​BU ANAH Eehh gak sampai 150 Bu… ya (mikir) 120an gitu lah Bu 

BU MUN Kalau 5 x 8 berapa? 

BU ANAH Itu gampang Bu 40 kan 

BU MUN Kalau 90 dikurangi 33 berapa? 

BU ANAH Ah Bu Mun jangan ngeledek masak ditanya juga (tapi sambil menghitung) ya 57 lah ​

BU MUN Dulu pernah ada guru di sini, baru 2 minggu nggak kerasan. Ada yang ngajar cuma sampe seminggu saja. Kemarin juga Ada yang baru pulang soalnya warga disini memang agak keras Kita haru ngikuti ‘desa mowo coro’ kamu bisa kan adaptasi disini Yang penting disini pinter menyesuaikan diri 

ANAH Lho, sekarang siapa yang ngajar? 

BU MUN ​Terpaksa aku sendiri yang ngajar, Kalo lagi gak enak badan ya, sekolah libur, murid-murid nganggur. Kadang sampe seminggu lebih. 

​ANAH ​Walah..., sayang, ya, Bu... Bu Mun terdiam dan Anah enggan meneruskan 

CUT TO 04. EXT. SEBUAH KEBUN DUSUN – PAGI WIDA (cewek, 9 tahun) berlari-lari cepat melintas jalan dusun, lalu membelok menuju kebun. Di sana telah berkumpul LINTANG (cewek, 8 tahun), ROKET (cowok, 10 tahun), dan RISMA (cewek, 8 tahun). WIDA bergabung dengan mereka dengan nafas tersengal-sengal. ​

ROKET ​Ada apa, Wid...? Kayak dikejar maling? ​

ELLY & WIDA ​(Mengatur nafas) Ada guru baru...Ada guru baru… Wida karena kecakean lalu jatuh pingsan ​

LINTANG ​Tahu dari siapa? ​

KIKI ​Mas Jiman... ​MENIK ​Iya, namanya mBak Anah, kan? ​

LINTANG ​Kamu tahu dari siapa, Nik? ​

MENIK ​Dari mBak Surti... 

CUT TO 05. INT. RUANG KELAS – PAGI BU ANAH masih dites nyanyi sama Bu Mun ​

BU MUN ​Kamu bisa nyanyi apa? ​

BU ANAH ​Sejak kecil saya suka nyanyi Desaku Yang Kucinta ​

BU MUN ​Coba kamu nyanyi itu 

BU ANAH grogi dan salah tingkah tapi akhirnya nyanyi salah-salah. Kalau salah matanya ngelirik kearah Bu Mun. Bu Munnya jadi melengos. ​

BU MUN ​Kamu nyanyinya masih salah nanti diperbaiki lagi ya ​Kamu bisa nyanyi apa lagi yang kamu benar-benar bisa ​

BU ANAH ​(MENGANGGUK) eh iya bisa nyanyi topi saya bundar Bu Anah nyanyi topi saya bundar dengan deg-degan takut salah. 

CUT TO 06. INT. RUANG KELAS SD –MALAM ANAH dan BU MUN berdiri karena Bu Mun mau pamitan pulang. Anah dibujuk Bu Mun untuk tidur di rumahnya tapi tetap tidak mau. Anah meyakinkan Bu Mun tidur di sekolahan lebih nyaman. Bu Mun tidak bisa mendesak lagi lalu pamitan pulang. 

CUT TO 07. EXT/INT. PELATARAN SD – PAGI Pagi itu langit dusun Kembang Langit tampak cerah. TILT DOWN bangunan SD yang reot. ​

O.S. ANAH Anak-anak, ini kita yang pertama, ya. Kita bertemu. ​Nah, sebaiknya, kita kenalan dulu... Setuju tidak? 

O.S. MURID-MURID ​Setuju....! 

MEDIUM SHOT BU MUN berjalan agak tertatih memasuki pelataran menuju ke arah pintu ruang kelas. Wajahnya pucat dan nafasnya tersengal-sengal. Penyakitnya agak kumat. 

​O.S. ANAH ​Baiklah, saya mulai diri saya dulu, lalu... ​

LINTANG ​Iya namanya mBak Anah kan. ​

ROKET ​Iya, namanya mBak Anah. 

WIDA ​Mas Jiman bilang namanya mbak Anah.. ​

KIKI & MENIK ​Iya namanya mbak Anah 

BU MUN yang sudah sampai di ambang pintu terkejut mendengar murid-murid memanggil gurunya dengan sebutan “mBak”. BU MUN buru-buru masuk ke ruang kelas. ​

BU MUN ​Anak-anak, tadi Ibu mendengar kalian memanggil guru kalian ​mBak Anah. Tidak boleh begitu. Ini guru kalian. Kalian harus panggil, Bu Anah...ingat, Bu Anah. Mengerti? Bu Anah 

​MURID-MURID ​BU ANAH 

BU MUN geleng-geleng kepala sambil memandang ke arah murid-murid. Lalu setelah batuk-batuk Bu Mun pamit pergi dari sekolahan itu. ​

BU ANAH ​Baik anak-anak sekarang kita nyanyi desaku yang kucinta ​Satu dua tiga Murid-murid malah nyanyi “bang sms siapa ini bang… laylay panggil aku si jablay” lalu bu Anah marah tapi waktu nyanyi desaku yang kucinta Bu Anah agak grogi karena salah-salah dan lupa-lupa terus.. Roket mengingatkannya… tipikal anak-anak yang sudah diajari macam-macam sama sesorang desa yang urakan.. 

CUT TO​ 08. INT. RUANG TENGAH RUMAH BU MUN – MALAM Surti memberikan botolan isi ramuan jamu kepada Bu Mun. ​

SURTI ​Bulik mbok cepet-cepet ke kota ​Mumpung anak-anak sekarang sudah ada gurunya ​ 

BU MUN ​Aku masih khawatir kalau Anah nanti gak bisa ngadepin warga sini ​ 

SURTI ​Tapi kapan lagi Bulik mau berobat. Takutnya nanti tambah parah ​ 

BU MUN ​Aku juga khawatir kalau uangnya aku pakai ke kota buat berobat ​Nanti kalau habis atau kurang untuk bayar Anah ngajar gimana? ​ 

SURTI ​Kalau menurut saya yang penting kesehatan ibu dulu ​Anah pasti nanti mau mengerti. Mas Jiman juga mau bantu kita Surti sudah selesai menukar botol jamu ke gelas Bu Mun dan siap untuk pergi. Surti masih prihatin sama Bu Mun… 

CUT TO 09. EXT. PELATARAN SEKOLAH – SORE Setelah anak-anak bubaran sekolah. JIMAN tampak berdiri di teras sekolah dan memandang jauh ke balik bukit di seberang sana. Pintu ruang kelas terbuka, ANAH muncul dengan wajah lesu dan menghampiri JIMAN. Mereka berdiri berdampingan. ​

JIMAN Anah, di dusun ini rupanya telah tersebar berita ​macam-macam tentang kita dan sekolah ini..Kamu mesti tabah... ​ 

ANAH​ ​(Menarik nafas panjang) Aku sudah denger dari Surti. ​Malu rasanya...kadang, pingin aku kembali ke kota saja. ​ JIMAN ​(Tersenyum getir) Memang susah meladeni warga dusun ini... Tapi, kamu tidak boleh menyerah. Kasihan murid-murid. 

ANAH Mungkin ada baiknya kalau mas Jiman jangan sering-sering Kemari, ehm maksudku.. 

JIMAN Kamu gak suka kalau aku kesini? Aku pingin nemeni kamu Ehm maksudku.. 

ANAH Orang-orang sini kan sudah kayak teve mas Kerjanya menggunjingi orang lain.. 

JIMAN Tau ya teve itu juga ngajari orang ngglendengi orang lain LINTANG, KIKI, WIDA, ROKET, LINTANG, MENIK, SINTA, MAYANG, BOBY tiba-tiba menghentikan langkah mereka dan bergegas berlarian bersembunyi di balik gerumbul pohon. Mereka mengintip. Kepala mereka nongol dari rembunan dedaunan.

LINTANG ​Dia sedang apa? ​

WIDA ​Ngintip mBak Anah sama Mas Jiman. 

MAYANG ​Mbak Anah pacaran ya sama mas Jiman ​

SINTA ​Iih baru jadi guru disini kok pacaran? ​BATMAN ​Pacaran kayak di film ya Ih aku gak kelihatan nih … Tiba-tiba Boby alias Batman nyrundul aja nafsu pingin ngelihat ​

ROKET ​Aduh batman kamu jangan krusak krusuk nanti ketahuan ​Dimplog jim tahu rasa kamu ​KIKI ​Emang ni lowo suka asal!! Batman jatuh terjengkang.. Di depan mereka tampak LIDYA sedang mengintip ke arah teras sekolah dari balik semak-semak ​

LIDYA ​(Tersenyum sinis) Jangan dikira orang-orang dusun nggak tahu. ​Hm, pasangan kumpul kebo... Bakal seru neh beritanya! LIDYA kemudian menyelinap pergi meninggalkan tempat itu. Tujuh MURID muncul dari gerumbul semak dan berlarian menuju teras, menghambur ke arah ANAH dan JIMAN, sambil membawa bungkusan masing-masing. 

​ANAH ​(Tersenyum gembira) Lho, lho... Jadi... ​JIMAN Kalian sembunyi di situ, ya? Ngintip ya timbilen tau rasa kamu 

LINTANG Enggak, kok. Tadi, lagi ngintip mBak Lidya. 

ANAH Ngintip mBak Lidya? Kenapa? 

ROKET MBak Lidya ngintip mBak Anah sama Mas Jiman. MENIK Di pohon itu. KIKI Eee..bu guru Lagi pacaran..ya 

ANAH Siapa yang Pacaran? 

JIMAN Iya sembarangan nuduh-nuduh pacaran 

ELLY Maksudnya lagi ngobrol-ngobrol denk Bu 

SINTA Kata Ibu, mBak Lidya orangnya gini...eh sori ya Menik he…itu kan MBOKmu kan he…(Membuka-tutup telapak tangannya) 

LINTANG Ini lho Bu temen saya, Sinta, Elly dan Tutur mau ikut sekolah 

ROKET Kalau ini temen saya Mayang dan Boby, juga mau gabung sekolah 

ANAH saling pandang dengan JIMAN. Lalu ANAH menyuruh MURID-MURID untuk masuk ke dalam kelas. 

​ANAH ​Sudah, sudah, biarkan saja...ayo, sini... ​Jangan suka ngomongi orang lain nanti kualat ​

SINTA ​Tapi Sinta kadang gak bisa masuk sekolah kalau lagi Bantu Ibu ​Jualan ke kota disuruh Lik Yali ​

MAYANG ​Saya juga bu sering disuruh kerja sama Ayah Bantu-bantu ​

ANAH ​Ya asal tidak terlalu lama gak pa-pa ​Ayo kita mulai belajar.. Semuanya duduk..Kita belajar sekarang ​ 

LINTANG & ROKET ​Disini bu? Gak salah ? ​ANAH ​Kita bisa belajar dimana saja, bener gak mas Jiman ​ ​JIMAN ​Ya bener.. biasakan belajar dimana saja & kapanpun kamu berada MURID-MURID bergegas masuk ke ruang kelas membawa bungkusan masing-masing. ANAH dan JIMAN berdiri di teras, saling pandang dan tertawa… 

CUT TO 10. EXT. TERAS DAN PELATARAN SD – PAGI Murid-murid SD sedang berolah raga tapi selalu Roket bikin ulah jadi rebut sama Lintang dan Menik ​

ANAH ​Ayo yang semangat masa masih pagi kok loyo ​MURID-MURID ​Iya...mBak Anah....Iya, mBak... 

BU ANAH memberikan contoh tapi setelah murid menirukan Roket menyundul pantat Lintang sehingga menjatuhi si Menik. Wida, Kiki, Lintang dan Menik protes sama Roket… 

CUT TO 11. EXT. KOLAM RENANG BASE CAMP LIK YALI – PAGI LIK YALI tidur di ayunan, seseorang ngasih amplop isi uang. Dua Anak buah Lik Yali hanya ngeliatin aja dari sebelahnya tidak berani mbangunin. Secara mengejutkan tangan yang nyodori amplop dipegang. Lik Yali marah. Pengantar itu takut. Tapi Lik Yali menanyai proyek apa lagi yang bisa dikerjakan 

CUT TO 12. INT. RUANG KELAS SD – PAGI ANAH membuka almari di sudut kelas dan mengambil sebuah buku pelajaran dari rak. Setelah menutupnya, ANAH berdiri di depan kelas mengawasi lima muridnya, LINTANG, WIDA, KIKI, dan MENIK. Mereka tampak lesu. Duduk sambil menunduk. ​

ANAH ​(Tegas) Teman belajar kita bertambah kok anak-anak pada malas, ​pelajaran kita lanjutkan. Pokoknya belajar! ​

MENIK ​(Merengek) Tapi, males, mBak Anah. ​

ANAH Kok, males Kenapa,? Kalo anak-anaknya tambah seperti ini... 

SINTA Belajar gak enak kalau tahu lagi ada Proyek ANAH Proyek? lho kan harusnya tambah enak disini bisa belajar rame2 

WIDA Tapi, temen-temen banyak yang lagi kerja, 

ROKET dapat duit...buat jajan. 

LINTANG Kalo aku takut dimarahi ibu kalau gak sekolah KIKI Ya Kalo aku disuruh Ibu, sekolah. 

ANAH (Tersenyum) Berarti Ibumu orang baik, Kiki! 

LINTANG Ibuku juga baik, mBak Anah. 

ANAH (Memberi isyarat tangan sambil mengangguk) Ya, ya,... Ibu kalian semuanya baik-baik, maka patuh lah sama orang tua, terus tekun belajar... 

SINTA Ibuku juga.. Ibuku pinginnya aku sekolah tapi bapak suka marah ​ANAH ​Sekolah kok dimarahi, emang kenapa? ​

SINTA ​Kalau bapak pinginnya aku bisa kerja Bantu bapak iku Lik Yali ​ ​

ANAH ​Lik Yali itu siapa? ​

SINTA ​Yang suka ngasih kerjaan orang-orang sini, anak-anak juga ​Disuruh kerja dikasih duit sisanya ditabung sama Lik Yali ​

ELLY ​Iya nabungnya harus banyak ngambilnya kalau sudah gede 

ANAH Sudah-sudah masih kecil jangan mikir kerja Tugas kalian belajar Nah, sekarang, Ingat nggak anak-anak, lagu Ibu Kita Kartini... 

MURID-MURID (Serentak) Ingat, mBak...eh Bu Anaaahh tapi kami sukanya nyanyi topi saya bundar 

ANAH Topi saya bundar?! 

CUT TO 13. EXT. KOLAM RENANG BASECAMP LIK YALI - PAGI Hujan. Dua anak buah Lik Yali laporan kalau anak-anak sudah mulai sekolah dan tidak bisa dilibatkan kerja tapi Lik Yali malah marah-marah ​YALI ​Nggak usah gimana-gimana. Langsung saja, ​jemput mereka...bikin repot saja sekolah itu. ​Gara-gara sekolah, anak-anak jadinya malas kerja.