Try new experience
with our app

INSTALL

Zodiak Mania 

Chapter 2

  Betapa tidak kami bisa berdamai dari segala hal yang selama ini menjadi rintangan-rintangan percintaan, bahkan kami bisa mengelola konflik menjadi sebuah kenyamaan, sebuah contoh cinta yang tak tertandingi. “Al kalau kita ketemu langsung nikah gimana Al apa kamu siap?” “Pastinya aku juga ingin memiliki kamu sepanjang hidupku” “Nikah sederhana saja ya Al supaya kita bisa segera selamanya bersama” “Itu yang ku idam-idamkan ada wanita secantik kamu mau menerima aku apa adanya dan menikah sekedar resminya demi cita-cita mulia hidup sah bersama tanpa dihantui ketakutan-ketakutan berumah tangga” “Pasti saudara-saudaraku juga bahagia Al” “Aku lelaki paling bahagia di dunia Andin, kalau tahun baru ini dihadiahi Istri cantik dengan cinta sepenuh hati” “Sama Al, Andin juga begitu” Kami berdua sudah tidak sabar menunggu kedatangan tahun baru yang masih tiga bulan lagi bahkan saudara-saudaranya yang cantik-cantik itu juga lebih tidak sabar ingin memindahkan tahun baru kalau bisa seminggu lagi. Semua telfonan dan video call dengan Andin maupun saudara-saudaranya hanya bahagia yang selalu terpancar untuk segera terwujudnya hari surga pertemuan itu. 

  Bahkan perencanaan pernikahanpun selalu dibahas dalam setiap perbincangan melalui selular, dari pelaksanaan akad pernikahan di KUA, hingga pada tahun baru itu mau bulan madu dimana dengan acara apa, semua saudara-saudaranya itu mempunyai rencana masing-masing dan mempunyai tugas masing-masin. Seakan semua saudara-saudaranya yang cantik-cantik itu juga akan menjadi istriku semua. Intinya itulah ikatan cinta yang tertanam, tumbuh dan berkembang dengan sempurna, sekalipun semua itu dijalani melalui dunia maya dimana kebanyakan yang terjadi hanyalah dunia tipu-tipu dan modus memanfaatkan seseorang yang mengidamkan sosok pasangan pendamping hidup yang sempurna atau setidaknya sesuai harapan dalam angan masing-masing penghuni dunia maya, tapi apa yang kami alami 100% benar-benar real dan sangat berbeda. Hingga pada suatu saat saya dikejutkan tamparan yang benar-benar sakit. Tapi tamparan itu tak membuatku marah atau ingin balas dendam. Tamparan itu seperti sesuatu yang saya harapkan selama ini, adanya sentuhan dari Andin. Ya Andin mendatangiku lebih awal dari yang seharusnya. Dia menarikku dari ketenggelamanku meracau tentang dunianya. 

  Bahkan sempat membuatnya malu yang tak terkira perihal khayalan bulan madu kami bercinta di sungai berbatu. Antara marah, malu dan kesal semua tampak bercampur baur di dalam hatinya, itulah Andin yang saya kenal. “Al kita masih disini hentikan ceritamu, focus kalau aku bukan Andin dalam kepribadian gandamu yang terbelah-belah ke pelbagai pelosok fantasi liarmu, ini aku Al disini menemanimu demi kesembuhanmu” Itulah yang menarik diriku kembali di sofa manja seorang psikiater dari segala penjelajahan fantasiku. Bahwa Andin dokter psikolog cantik yang berusaha menyembuhkanku dari segala terpecah belahnya puluhan kepribadian dalam novel-novel fantasiku. Bahkan Andin melakukan itu semua semata-mata sepenuh hati dengan keikhlasan, karena banyak yang bilang Andin mantan istriku seorang psikolog ternama dan tersohor yang sibuk meninggalkanku sendirian di Nusa Dua, dan sejak awal pernikahan kami yang terlarang itu, Andin mengetahui kalau Al yang dicintainya itu mengidap szisofrenia fatal yang harus diseriusin dalam teraphy penyembuhan. 

  Andin menikahi Al dalam perbedaan kasta terlarang dalam budaya hidup di Bali. kenekatanya membuat kutukan Al menderita szisofrenia hingga keluarga besarnya berusaha memisahkannya. Hingga kehidupan Al dengan Andin ibarat handphone, jauh terasa dekat, dekat terasa jauh. Artinya ketika saling berdekatan justru seperti berjauhan, karena sibuk dengan handphone masing-masing, menjadi kuli rupiah tuntutan kehidupan milenial ini. Makan bersama pun seperti di alam masing-masing terbuai oleh handphone masing-masing. Ketika jauh melalui handphone itu menjadi makhluk jajahan perindu yang menopang mesin selular hingga terjadilah prahara hidup. 

  Demi kelangsungan hidup manusia menghamba pada kode inskripsi selular yang memangsa kehidupannya menghampiri kesibukan-kesibukan mengabaikan alunan sukma merangkai kejiwaan yang mengolah pembaruan psikologis seperti yang dialami Al hingga szisofrenia terhadap seseorang yang dicintainya, bahkan karena takut kehilangan angan rasa kasmaran itu dibangun di alam lain oleh Al yang penulis novel itu. “Al besok kita harus mulai lagi pada jam yang sama, jangan lupa minum obatnya, dan kita tetap harus berhati-hati untuk ketemu, jangan sampai keluarga kita tahu, ikuti teraphy-teraphy yang Andin kasih tahu kemarin ya, sekarang jam nya Andin tidur, Manhattan sudah semakin larut, Andin juga ngantuk, Andin selalu sayang kamu berusahalah untuk sembuh, I love you Al” “I love you so much Andin, salam untuk saudara-saudaramu itu” Videocall off. GRIYA PRINGLANGU INDAH 27 OKTOBER 2021