Try new experience
with our app

INSTALL

Senandung Rindu 

Balas Budi

Setelah Anisa membaca beberapa halaman buku harian dapat diketahui pendonornya adalah Wanita yang sedang menjadi guru sukarelawan yang ada di desa terpencil nan rawan akan bahaya. Ia terus mencari tahu tentang informasinya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan pria yang menyalurkan atau memiliki akses ke tempat tersebut. Setelah berdiskusi sangat rumit, akhirnya permintaanya disetujui namun ia memiliki masa percobaan 1 bulan lamanya. Anisa putuskan pergi ke desa tersebut tanpa memberi tahu langsung orang tuanya, ia hanya meninggalkan surat untuk mereka, Anisa berjanji akan menjaga dirinya baik selama tidak ada dirumah. Ia juga tak lupa berkonsultasi dengan dokter yang menanggani penyakitnya atau yang memberi Tindakan padanya. Sang dokter hanya berpesan jangan sampai telat minum obat dan kecapean. 

 

Perjalanan ke desa membutuhkan waktu yang sangat lama, hingga tiba di stasiun pemberhentian batas kota, ia dijemput oleh tantara yang bertugas ia Bernama Doni. Disepanjang jalan mereka melontarkan candaan karena Anisa suka ngelawak maka obrolan merekan sangat asik. Namun Doni tiba tiba memberitahu Anisa bahwa ketua mereka yang Bernama Putra tak bisa diajak bercanda, ketua selalu serius. Dipertengahan jalan mobil yang mereka tumpangi mogok Doni yang tak ahli mesin ia memutuskan untuk meninggalkan mobil tersebut, dan memilih berjalan kaki untuk menuju lokasi. Disela sela berjalanan Anisa mengeluh kelelahan Doni sebagai pria berperasaan paham, mereka putuskan untuk beristirahat karena Wajah anisa sangat pucat, sehingga sangat beresiko jika tetap memaksa dilanjutkan. Perjalanan mereka lanjutkan dan Sesampainya di desa Anisa tidak disambut baik oleh warga setempat, mereka memberikan tatapan dingin kepada Anisa. Anisa tetap berpikir positif mungkin karena belum kenal jadi mereka seperti itu, Anisa tinggal di rumah yang telah disediakan, tempat Anisa sekarang berbeda bukan lagi penuh gemerlap cahaya, makanan serba ada, alat yang super canggih, di tempat baru ini berbanding jauh dari kehidupannya semula. 1 minggu telah berlalu sifat warga setempat masih sama dan semua serba tradisional. Hal tersebut membuat Anisa tak betah untuk tinggal terlalu lama.

 

Ketika Anisa ingin berkemas tiba tiba ketua datang memperingati Anisa akan janjinya. Perbebatan diantara mereka pun terjadi. Hal tersebut membuat anisa membeci ketua, karena ketua selalu mengejeknya tak bisa apapun, anak mama,dan lain sebagainya. Dan Anisa berpikir lagi ia tak mungkin kalah dengan keadaan ia terus mencoba bertahan. Setelah ketua berhasil menahan Anisa supaya tidak pulang, kini ketua mengajarkan bagaimana cara memasak dengan tungku dan menyalakan lampu tradisional. Ketika sedanag asik belajar sering tak sengaja tatapan mereka beradu, entah mengapa perasaan Anisa tiba tiba berdegup tak menentu.