Try new experience
with our app

INSTALL

Cinta Muda Di Ujung Senja 

Chapter 4

  Aku sedih sekali. Papa seolah mengucapkan kata-kata terakhirnya menyuruhku menjalin hubungan dengan Muda untuk ke jenjang yang lebih serius. Aku gak mau papa kenapa-napa dan mengikuti apa kata papaku. Tapi aku mengajak Muda untuk hanya berpura-pura menjalin hubungan. 
 

  Papaku akhirnya keadaanya membaik dan boleh pulang dari Rumah sakit. Ketika di depan papa dan mama aku dan Muda seolah terlihat baik-baik saja. Tapi ketika dibelakang aku bete banget. 
 

  1 bulan berlalu, aku masih sering ketemu Rendi tanpa bilang ke Muda dan tanpa sepengetahuan papa dan mama. Namun saat itu aku bertengkar dengan Muda yang seolah melarangku, aku menegaskan bahwa hubungan kita hanya pura-pura. Ternyata papaku mendengar semua itu, aku kira papa bakal marah dan syok. Ternyata papa malah minta maaf sama aku dan Muda bahwa dia sudah memaksaku, papa akhirnya membebaskan aku untuk memilih pasanganku, papa dan mama hanya ingin yang terbaik untukku. Aku legah sekali mendengar itu, meskipun papa dan mama terlihat sedikit sedih. 
 

  Aku menemui Rendi, aku menjelaskan semuanya. Tapi Rendi terlihat biasa saja. Hari demi hari berlalu, aku merasa Rendi sudah berubah. Benar saja, aku memergoki Rendi sedang berduaan dengan cewe lain. Aku sangat kecewa dan sedih saat itu. Aku pun cerita ke Sherly tentang apa yang aku rasain saat ini.  
Seiringnya waktu berlalu, aku merasa kehilangan sosok yang melindungiku, ya sosok itu adalah Muda. Meskipun aneh, kaku, tapi aku merasa dilindungi, diperhatikan, dan dimanja. Aku sangat rindu akan sosok itu, tapi aku berusaha menepisnya. 
 

  Sherly ternyata mengungkapkan semuanya, bahwa selama ini yang sering meyelamatkan aku dari berbagai peristiwa termasuk yang menyuruh Rendi untuk menjauhi aku, karena Rendi ketahuan mempunyai cewe lain selain aku, itu adalah Muda.Ternyata waktu malam-malam aku ditaman nungguin Rendi, Muda dengan sigap nemuin Rendi dan disitu dia liat Rendi sedang berduaan dengan cewe lain, Muda menghajar Rendi dan memperingati Rendi.Muda sudah lebih dulu tahu semua kebusukan Rendi, Sebelum pergi Muda menceritakan hal tersebut kepada Sherly. Sherly bilang Muda akan pergi ke luar Negeri besok. 

  Muda juga sudah meminta izin dengan kedua orang tuaku. Aku kaget mendengar semua cerita Sherly. 
 

  Aku lalu melihat di sosial media Muda yang ternyata Muda sangat sering pergi ke pantai untuk menenangkan dirinya ketika senja. aku lalu bergegas ke pantai yang sering dihampiri Muda. Benar saja, Muda terlihat berdiri di tepi pantai. Aku memberanikan diri untuk menghampirinya dan sambil berkata
 

“Muda..” Ujarku 
“Cinta? kamu tau dari mana aku ada disini? Kenapa kamu nyamperin aku? ada sesuatu yang terjadi dengan papa dan mama kamu?” Ujar Muda
“Muda.. aku sudah kehilangan kamu dan aku baru sadar kalau aku sudah jatuh Cinta dengan kamu” Ujarku
“Kamu sehat kan? Gak lagi sakit ngomong gitu?” Ujar Muda 
 

  Tapi aku teringat sesuatu. 
 

“Tapi aku pernah denger kamu telponan dan bahas soal penculikan” Ujarku 
“Oh itu.. aku kan kerja di perfilman jadi aku waktu itu lagi bahas tentang skenario Film yang lagi aku garab..” Ujar Muda 
“Jadi selama ini aku cuma salah paham” Ujarku 
“Aku tau kok kamu curiga sama aku, sampe kamu bilang ke papa mama kamu, kamu juga cerita ke Sherly” Ujar Muda 
“kok kamu tau” Ujarku 
“Apa sih yang gak aku tahu tentang kamu, jujur aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali kita bertemu” Ujar muda 
 

  Dengan romantis Muda sambil memegang pipiku. 
 

  Sambil menangis Aku langsung memeluk Muda dengan erat dibawah senja.Namun, aku sontak langsung bertanya lagi. 
“Tapi kamu gak jadi pergi ke luar negri kan?” Ujarku 
“Pergi? Siapa yang mau pergi?” Ujar Muda
 

  Dalam hatiku berkata berarti Sherly udah bohongin aku katanya Muda mau pergi ke luar negri, dan aku pun tersenyum kecil. Gapapa deh, kalo bukan karna Sherly aku juga gak bakal berani ngungkapin perasaan kaya gini ke Muda. 
 

  Kini aku dan Muda memutuskan untuk menikah, Kedua orang tuaku, begitu juga dengan Sherly sangat bahagia melihat kami yang akhirnya benar-benar bersatu.