Try new experience
with our app

INSTALL

Bukan Cinta Biasa 

#1


 

Malam telah berganti pagi, hari baru kini telah dimulai.

Di sebuah ruang makan, terdapat Andin dan juga kedua orang tuanya yang sedang sarapan pagi ini, yang diiringi oleh pembahasan semalam.


 

“Ndin jadi gimana?” tanya Surya yang tiba tiba menanyakan hal itu pada Andin

“Iya pah, aku mau” jawab Andin dengan suara nya yang lirih 


 

Nampak senyum tipis tanda kebahagiaan yang mengembang di bibir Surya maupun Sarah.

“Makasih ya nak, kamu udah nurutin apa mau mama sama papa” tutur Sarah pada Andin 

“Iya mah” jawab Andin dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya.


 

Ia sudah berfikir semalaman, dan ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu, karna mau bagaimanapun ia tak mau menjadi anak yang durhaka karena tak menurut apa kata kedua orang tuanya.


 

“Nanti malem kita dinner sama keluarga mereka ya nak” tutur Surya lembut 

“Iya pah” 


 

Sementara disisi lain di sebuah keluarga kaya raya, tepatnya di sebuah rumah kelurga Alfahri suasana yang canggung menyelimuti keadaan mereka pagi ini. 


 

Di sebuah ruang makan suasana terlihat begitu sepi dan juga canggung di antara mereka semua, hanya denting suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring putih yang berisikan makanan diatasnya.


 

“Nanti malem kamu ikut sama papa sama mama, kita dinner bareng sama pihak keluarga temen bisnis papa, yang anaknya itu akan menjadi istri kamu” tutur Hartawan yang memecahkan suasana hening disana


 

Al hanya melirik tajam sekilas Hartawan, lalu ia kembali fokus pada makanan yang ia makan.

Tak kunjung ada jawaban dari Aldebaran, Rosa ibu dari Aldebaran istri dari Hartawan pun akhirnya ikut angkat bicara pada anak semata wayangnya itu.


 

“Al, papa itu bicara lho sama kamu, harusnya kamu jawab bukan nya malah diem, gak baik lho” tutur Rosa 

“iya mah” jawab Al cuek 


 

“Iya nanti Al, ikut kalian” lanjutnya

“Yaudah Al berangkat kerja dulu, Assalamualikum” ucap nya lalu menyalimi kedua tangan orang tuanya dan berlalu pergi dari hadapan orang tuanya.


 

×××


 

Malam hari telah tiba, kedua pihak keluarga masing masing sudah siap dengan gaun dan juga setelan jas yang mereka pakai.


 

Andin malam ini nampak sangat anggun nan cantik, dengan gaun berwarna navy yang membalut tubuh sintalnya. Begitu juga dengan Aldebaran, ia nampak terlihat sangat gagah dengan setelah jas yang berwarna senada dengan gaun milik Andin. 


 

Kedua keluarga itu kini telah berkumpul bersama di sebuah cafe ternama di jakarta. 

Keduanya sudah saling di kenalkan oleh keluarganya masing masing, kini mereka duduk berhadapan di sebuah meja panjang yang menghalanginya.


 

Tatapan mereka bertemu, tatapan yang amat sangat meneduhkan bagi keduanya, kenyamanan telah di temukan disana.


 

Tatapan itu telah berakhir karna sebuah panggilan, yang memanggil nama keduanya

“Al Andin, kita berempat pergi dulu yaa ada urusan, kalian berdua aja disini, dan nanti kamu Al anterin Andin pulang” tutur Hartawan


 

“Iya pah” jawab Aldebaran


 

Setelahnya kedua orang tua Aldebaran dan juga Andin pergi meninggalkan mereka berdua di sana.

Keduanya hanya saling diam, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.

Mereka terdiam beberapa menit hingga Aldebaran membukan pembicaraan dikala yang sunyi itu.


 

“Ndin” panggil Aldebaran

“Iya mas” jawab Andin yang berhasil membuat Aldebaran tertegun karna panggilannya itu 

“Eum maaf, maksdnya biar lebih sopan aja gitu” celetuk Andin yang tak enak hati


 

“iya gak apa apa, oiya katanya kamu masih kuliah yah? Semester berapa?” tanya Aldebaran 

“Iya aku masih kuliah semester terakhir sih” jawab Andin enteng 

“Eum gitu....” 


 

Tak terasa keduanya sudah membicarakan banyak hal tentang kehidupannya masing masing, sepertinya keduanya sudah saling membuka hati satu sama lain.

Malam semakin larut mereka pun memutuskan untuk pulang. 


 

Kini mobil yang di tunggangi oleh Aldebaran dan juga Andin sudah sampai di sebuah pelataran rumah yang cukup mewah itu, tak lain adalah rumah Andin.

Aldebaran mendapati Andin, yang berada disampingnya itu sudah terlelap dalam tidurnya, buru-buru ia keluar dari mobilnya dan mendapati Surya papah Andin yang sudah menunggu kepulangan sang anak.


 

“Assalamualikum om” salam Aldebaran seraya menyalimi tangan Surya

“Waalaikumsalam” jawab Surya 

“Oiya Andin nya mana?” lanjutnya 

“Andin ketiduran om di mobil” jelas Aldebaran

“Ya allah, itu anak kebiasaan banget deh, biar om bangunin dia deh”


 

“Eh om jangan” cegah Aldebaran 

“Kenapa?” tanya Surya bingung 

“Kasian Andin nya mungkin dia capek, biar saya yang gendong dia ke kamarnya. Boleh kan om?” 

“Eum gitu, yaudah boleh” 


 

Setelahnya Aldebaran pun membuka pintu mobilnya, dan meletakan Andin berada di kedua tangan kekarnya.

Kini Andin sudah berada di dalam kamarnya, Al menatapnya begitu dalam, baru kali ini ia bertemu dengan gadis seperti Andin. 

Sosok gadis yang cantik baik dari luar maupun dari dalam.


 

Aldebaran membenarkan posisi rambut Andin, yang menutupi wajah cantiknya

Apa iya saya bakal bisa mencintai kamu Ndin” batinnya bergeming


 

×××


 

Kini Aldebaran sudah berada di rumahnya, ia tengah melepas penatnya setelah seharian beraktivitas hari ini di dalam kamarnya.

Dering suara telefon masuk dari handphone Aldebaran, buru buru ia mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menghubunginya malam malam seperti ini 


 

AURELI 


 

Nama itu muncul dalam layar handphone Aldebaran.

Ngapain dia nelfon malem malem” batinya bertanya tanya.


 

×××


 


 

TBC!

Jangan lupa Vote❤